|
Transformer
Transformer atau yang lebih
dikenal sebagai trafo adalah suatu komponen yang berfungsi untuk
mentransformasikan besaran energi listrik umumnya adalah tegangan atau
arus. Trafo bekerja berdasarkan fluks magnetik bersama. Secara fisik,
trafo terdiri dari dua buah kumparan kawat penghantar dengan inti
kumparan berupa material ferromagnetik. Setiap kumparan terdiri atas
belitan-belitan sebanyak N buah lilit. Ilustrasi dari sebuah trafo
digambarkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Model dari sebuah trafo.
Jika kita anggap kumparan 1 adalah sebagai
kumparan primer, maka dengan adanya I1, maka di dalam inti besi akan
muncul fluks magnetik. Jika fluks magnetik yang muncul pada inti besi
adalah berubah-ubah, maka pada kumparan sekunder akan muncul beda
potensial. Fluks magnetik yang berubah-ubah ini dapat dibangkitkan jika
V1 adalah sumber tegangan AC. Besarnya tegangan pada kumparan primer
adalah sebanding dengan rasio jumlah lilit pada kumparan sekunder
terhadap primer. Dari Gambar 1 dapat dilihat N1 sebanyak 3 lilit,
sedangkan N2 adalah sebanyak 2 lilit, sehingga secara ideal,
perbandingan tegangan antara V1 terhadap V2 adalah sebanding dengan N1
terhadap N2.
Dengan mempertimbangkan kesamaan arah fluks
magnetik yang dibangkitkan oleh arus kumparan primer serta sekunder,
maka dapat diturunkan kesepakatan tentang titik (dot convention) dari
kumparan trafo, yang selanjutnya dikenal juga sebagai polaritas kumparan
trafo. Penentuan titik pada kumparan primer dan sekunder didasarkan pada
aturan tangan kanan. Sebagai contoh, pada Gambar 2 (sebelah kiri), jika
arus masuk melalui terminal a, maka arah fluks magnetik yang muncul
dalam inti trafo adalah sama dengan jika arus dimasukan juga melalui
terminal d (ingat aturan tangan kanan). Sehingga polaritas pada terminal
a adalah sama dengan pada terminal d. Untuk selanjutnya pada terminal a
dan d diberi tanda titik.
Polaritas trafo sangat penting untuk
diketahui jika kita akan memparalelkan trafo (untuk meningkatkan daya
trafo) ataupun men-serikan trafo (untuk meningkatkan tegangan trafo).

Gambar 2. Penentuan polaritas trafo.
Gambar 3 berikut adalah contoh dari trafo
jenis step-down untuk catu daya aplikasi elektronika.

Gambar 3. Trafo step-down untuk catu daya
aplikasi eektronika.
|