Kumpulan Rangkaian Elektronika Terapan  

Home

About Me Rangkaian Elektronik Tutorial Download Produk Informasi

 

 

 

 

 

Many thing in our daily need that can be easily by implement a simple applied technology. So our life become easy and comfort. We can make anything work automatic, or work without our intervention so if we forget to run it, or to turn off it, they will be done by their shelf.

 

By a simple applied technology, such as electronics, we can solve many simple problem as mentioned above. With the small dimension of electronic component and small power too, we can realize our need, such as automatic lamp, remote controller, water tank level controller.

 

Beside all that mention above, we can make many device that valuable to our need, such as decorative lamp, amplifier, detector etc. The simple applied electronic circuits are divided in to two groups, analog and digital circuitry. 

 

Analog electronic circuits are those in which signals may vary continuously with time to correspond to the information being represented. Electronic equipment like voltage amplifiers, power amplifiers, tuning circuits, radios, and televisions are largely analog (with the exception of their control sections, which may be digital, especially in modern units).

 

In digital electronic circuits, electric signals take on discrete values, which are not dependent upon time, to represent logical and numeric values. These values represent the information that is being processed. The transistor is one of the primary components used in discrete circuits, and combinations of these can be used to create logic gates. These logic gates may then be used in combination to create a desired output from an input. In this page you can find one of the circuit.

 

 

 

 

Detektor Penyusup Menggunakan NE 555 dan LM 567 

 

 

 

 

 

Dengan menggunakan pasangan NE 555 dan LM 567 kita dapat membuat suatu sistem pendeteksi penyusup yang masuk dalam lorong. Sistem ini bekerja berdasarkan pendeteksian frekuensi dari sinyal yang dipancarkan dalam bentuk infra merah. Sehingga frekuensi sinyal pada rangkaian pemancar (NE 555, dapat juga menggunakan LM 567 sebagai pembangkit frekuensinya) haruslah sama dengan frekuensi dekodernya. Frekuensi pada bagian pemancar ditentukan oleh nilai R1 dan C1 berdasarkan persamaan berikut:

 

 

Perioda = t1+t2

t1=0,7x(RA+RB)xC

t2=0,7xRBxC

 

 

 

 

 

Gambar 1. Rangkaian Pemancar Infra Merah

 

 

 

Seperti telah disebutkan di atas, bagian penerima pun harus memiliki deteksi frekuensi yang sama dengan frekuensi yang dipancarkan oleh rangkaian NE 555. Frekuensi kerja dari rangkaian penerima ditentukan oleh persamaan berikut:

 

 

f = 1/(1,1xR1xC1)

 

Untuk mempermudah proses tunning, maka R1 pada bagian penerima adalah variabel resistor. Sedangkan pada bagian pemancar adalah bernilai tetap. Ketika rangkaian telah siap, maka supaya sistem dapat bekerja dengan baik, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan tunning, dengan cara bagian pemancar dihidupkan terus menerus, sedangkan R1 pada bagian penerima diatur nilainya sampai dapat mendeteksi sinyal pemancar (dapat diketahui dengan reaksi relay yang berbunyi klik ketika sinar infra merahnya terhalang).

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Rangkaian Penerima Infra Merah

 

 

 

 

Gambar 3 berikut adalah diagram blok dari sistem pendeteksi penyusup. Bagian pemancar memancarkan sinar infra merah dengan frekuensi yang sama dengan bagian penerima. Ketika sinar infra merah tidak terhalang, maka saklar relay tidak tersambungkan. Ketika sinar infra merah terhalang (diartikan adanya penyusup yang masuk) maka saklar pada relay akan menutup sehingga akan membunyikan alarm. Untuk menghentikan alarm maka saklar reset pada Gambar 2 ditekan.

 

 

 

 

Gambar 3. Diagram Blok Sistem Pendeteksi Penyusup

 

 

 

 

 

Back

 

 

 

 

 

 

Home

About Me Rangkaian Elektronik Tutorial Download Produk Informasi

Contact Webmaster 

© 2008 Wakhyu Dwiono